aku waras dalam kegilaanku...
aku sempurna dalam ketidaksempurnaanku...
selalu ada paradok dalam eksistensi manusia...
ada yang disebut malaikat karena ada pula yng disebut iblis...
aku menjadi aku karena ada kamu..
akupun juga bisa memahami kebenaran dan esensimu jika engkau mengungkapkan kebenaranku padaku...
engkau sendirilah yang bisa mengungkapkannya...
bukan subjektifismeku semata...
Jumat, 13 November 2009
(Tanpa Judul)
Bagaimana jika ketika hatipun tak mampu mengucapkan satu kata yang muncul untuk mewakili segala yang terasa dalam keseluruhan aspek hidup….
Apa itu keheningan…?
Mengapa harus keheningan…?
Bagaimana keheningan itu…?
Ketika semua itu terjawab…
aku harap mata & hati terbuka dapat dengan bebas membawa hidupku sesuai kehendaknya…
Apa itu suara hati…
Mengapa harus dengan suara hati…
Bagaimana suara hati itu…
Suara hati kah? atau jangan-jangan hanya logika dan pembenaran-pembenaran yang berbicara….
Perlulah sejenak menarik diri dari segala kesibukan dunia yang serba “wah…”
Sejenak menimba kekuatan dari Sang Sumber Hidup, kepada Dia yang telah memanggilmu untuk melakukan kehendakNya…apapun itu…
Berkontemplasilah…..
Dia yang memanggilmu adalah setia…
Percayalah bahwa Dia pun tak akan melininggalkan kamu sendiri…
Biarkan Dia yang bertanggungjawab untuk membentukmu, ketika kamu sudah percaya dan menyerahkan keaseluruhan aspek hidupmu padaNya…..
Ketika itu terjadi jangan kamu cemas lagi akan hidupmu selanjutnya…….
Apa itu keheningan…?
Mengapa harus keheningan…?
Bagaimana keheningan itu…?
Ketika semua itu terjawab…
aku harap mata & hati terbuka dapat dengan bebas membawa hidupku sesuai kehendaknya…
Apa itu suara hati…
Mengapa harus dengan suara hati…
Bagaimana suara hati itu…
Suara hati kah? atau jangan-jangan hanya logika dan pembenaran-pembenaran yang berbicara….
Perlulah sejenak menarik diri dari segala kesibukan dunia yang serba “wah…”
Sejenak menimba kekuatan dari Sang Sumber Hidup, kepada Dia yang telah memanggilmu untuk melakukan kehendakNya…apapun itu…
Berkontemplasilah…..
Dia yang memanggilmu adalah setia…
Percayalah bahwa Dia pun tak akan melininggalkan kamu sendiri…
Biarkan Dia yang bertanggungjawab untuk membentukmu, ketika kamu sudah percaya dan menyerahkan keaseluruhan aspek hidupmu padaNya…..
Ketika itu terjadi jangan kamu cemas lagi akan hidupmu selanjutnya…….
Skeptis-ku
Aku mulai skeptis dengan kekuatan cinta yang sering dibanggakan banyak orang sebagai sebuah kekuatan yang mampu membentuk dan penggerak realitas... karena nyatanya, pada suatu masa tertentu kekuatan itu tidak bisa mengatasi ketakutan akan anggapan ke-egosime-an diri ketika memperjuangkannya....
Benarkan kekuatan itu sungguh-sungguh terpisah dengan perjuangan lepas dari egoisme...??!!
Apakah perjuangan lepas dari anggapan ke-egoisme-an diri lebih tinggi hakikatnya dari kekuatan itu...??!!
Ataukah perjuangan lepas dari anggapan ke-egoisme-an diri itu sebenarnya hanya topeng dari seorang "animal rational" untuk mengingkari dan menolak kekuatan itu, karena takut menyakiti "animal rational" yang lainnya...??!!
ataukah sengaja bersembunyi dalam kedok kekuatan itu agar indah nampaknya...yang sebenarnya tidak ada...
Akhirnya menjadi sangat indah ketika membiarkan dan mengembalikan kepada "objek" sendiri untuk menunjukkan kebenarannya...
biarkan dia sendiri yang mengungkapkannya...
Benarkan kekuatan itu sungguh-sungguh terpisah dengan perjuangan lepas dari egoisme...??!!
Apakah perjuangan lepas dari anggapan ke-egoisme-an diri lebih tinggi hakikatnya dari kekuatan itu...??!!
Ataukah perjuangan lepas dari anggapan ke-egoisme-an diri itu sebenarnya hanya topeng dari seorang "animal rational" untuk mengingkari dan menolak kekuatan itu, karena takut menyakiti "animal rational" yang lainnya...??!!
ataukah sengaja bersembunyi dalam kedok kekuatan itu agar indah nampaknya...yang sebenarnya tidak ada...
Akhirnya menjadi sangat indah ketika membiarkan dan mengembalikan kepada "objek" sendiri untuk menunjukkan kebenarannya...
biarkan dia sendiri yang mengungkapkannya...
Langganan:
Komentar (Atom)
