Api Unggun…
Terdiam menatap api yang berkobar di depan mata…
Api unggun yang beberapa waktu yang lalu aku dan beberapa teman nyalakan…
Terduduk kembali pada posisiku…
Pikiran terus mengalir deras tak terbendung…
Seperti berebut ingin keluar….
Entah sampai mana derasnya aliran itu…
Membawa sampai pada satu pertanyaan
Baru bisa pula aku sadari dan hentikan derasnya aliran itu
Kembali pada tubuhku saat itu yang sedang terduduk menatap api yang semakin berkobar
Mengapa api itu bisa berkobar begitu bebatnya??
Karena ada api kecil yang menyulut…
Ya benar
Karena ada bensin yang menyulut…
Ya benar
Lebih dari api kecil maupun bensin??
Mataku tertuju pada tumpukan kayu yang ada ditengah-tengahnya
Tumpukan kayu itulah yang mampu membuat api berkobar cukup lama
Siraman bensin hanya membuat nyala yang besar
Namun dalam waktu sekejap akan hilang dan mati
Nyala api bagaikan kobaran cinta dalam hati…
Cinta akan mampu membara kalau terjadi suatu pengorbanan diri
Pengorbanan yang bukan dilandasi oleh emosi sesaat seperti siraman bensin
Yang mampu membuat nyalaitu besar….sesaat dan padam…
Sebuah pengorbanan dan pemberian yang tulus dan bebas
Karena memamng ingin sampai akhir hidupnya menjadi berkmakna
Sampai ketika si batang kayu itu sudah bukanlah sebuah pohon besar dan tinggi
Itulah yang dipikirkannya
Sampai hangus menjadi arang dan sebentar lagi menjadi debu yang juga akan hilang diterpa angin
Mataku masih melihat api yang terus menyala itu
Disaat itupun masih banyak yang merasakannya
Menggunakan nyala api dan arang itu untuk beramai-ramai membakar jagung
Hingga nyala itu sungguh-sungguh padam…
Sulutan api cintaNya akan mampu membuat api cinta dalam hati
Menanggapi dan terus berjuang dengan berbagai pengorbanan yang tulus dan bebas
Api cinta yang telah diterimapun mampu membuat seluruh kosmos merasakan kehangatannya
Sabtu menjelang Minggu, 15 Nopember 2008
Alam Dharmaningsih
(Expo Panggilan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar