Senin, 19 Oktober 2009

Api Unggun

Api Unggun…

Terdiam menatap api yang berkobar di depan mata…

Api unggun yang beberapa waktu yang lalu aku dan beberapa teman nyalakan…

Terduduk kembali pada posisiku…

Pikiran terus mengalir deras tak terbendung…

Seperti berebut ingin keluar….

Entah sampai mana derasnya aliran itu…

Membawa sampai pada satu pertanyaan

Baru bisa pula aku sadari dan hentikan derasnya aliran itu

Kembali pada tubuhku saat itu yang sedang terduduk menatap api yang semakin berkobar

Mengapa api itu bisa berkobar begitu bebatnya??

Karena ada api kecil yang menyulut…

Ya benar

Karena ada bensin yang menyulut…

Ya benar

Lebih dari api kecil maupun bensin??

Mataku tertuju pada tumpukan kayu yang ada ditengah-tengahnya

Tumpukan kayu itulah yang mampu membuat api berkobar cukup lama

Siraman bensin hanya membuat nyala yang besar

Namun dalam waktu sekejap akan hilang dan mati

Nyala api bagaikan kobaran cinta dalam hati…

Cinta akan mampu membara kalau terjadi suatu pengorbanan diri

Pengorbanan yang bukan dilandasi oleh emosi sesaat seperti siraman bensin

Yang mampu membuat nyalaitu besar….sesaat dan padam…

Sebuah pengorbanan dan pemberian yang tulus dan bebas

Karena memamng ingin sampai akhir hidupnya menjadi berkmakna

Sampai ketika si batang kayu itu sudah bukanlah sebuah pohon besar dan tinggi

Itulah yang dipikirkannya

Sampai hangus menjadi arang dan sebentar lagi menjadi debu yang juga akan hilang diterpa angin

Mataku masih melihat api yang terus menyala itu

Disaat itupun masih banyak yang merasakannya

Menggunakan nyala api dan arang itu untuk beramai-ramai membakar jagung

Hingga nyala itu sungguh-sungguh padam…

Sulutan api cintaNya akan mampu membuat api cinta dalam hati

Menanggapi dan terus berjuang dengan berbagai pengorbanan yang tulus dan bebas

Api cinta yang telah diterimapun mampu membuat seluruh kosmos merasakan kehangatannya

Sabtu menjelang Minggu, 15 Nopember 2008

Alam Dharmaningsih

(Expo Panggilan)

Tidak ada komentar: